Penggunaan Kalimat Efektif dalam Poster Promosi Kesehatan oleh Mahasiswa Farmasi
Contributors
Ripi Hamdani
Proceeding
Track
General Track
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas kalimat dalam poster promosi kesehatan yang dirancang oleh mahasiswa farmasi menggunakan platform Google Sites. Dengan pendekatan deskriptif kualitatif, penelitian berfokus pada 45 poster digital karya mahasiswa Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Riau. Pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi poster dan wawancara terbatas, kemudian dianalisis berdasarkan prinsip kalimat efektif menurut Tarigan (2008), meliputi lima aspek: kesatuan gagasan, kehematan kata, kepaduan struktur, ketepatan diksi, dan logika penyampaian.Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar poster unggul dalam kesatuan gagasan (84,4%) dan ketepatan diksi (73,3%), yang mencerminkan kemampuan mahasiswa dalam menyampaikan pesan inti dan memilih kosakata yang sesuai. Namun, tantangan utama terletak pada kehematan kata (46,7%) dan logika penyampaian (53,3%). Masalah yang sering muncul antara lain pengulangan kata yang tidak perlu, penggunaan istilah teknis tanpa penjelasan, serta asumsi berlebihan tentang pengetahuan awal audiens. Hal ini mengindikasikan bahwa meskipun mahasiswa mampu menyusun konten ilmiah, adaptasi bahasa untuk khalayak awam masih perlu ditingkatkan.Temuan ini menekankan pentingnya menyederhanakan bahasa ilmiah menjadi komunikasi yang lebih populer tanpa kehilangan akurasi informasi. Selain itu, penelitian ini menyoroti perlunya keseimbangan antara efektivitas verbal dan visual, mengingat poster kesehatan harus menarik perhatian sekaligus mudah dipahami. Untuk itu, disarankan agar mahasiswa farmasi mendapat pelatihan penulisan ringkas dan analisis audiens, khususnya dalam konteks promosi kesehatan yang menargetkan masyarakat umum.Penelitian ini memiliki keterbatasan, antara lain cakupan sampel yang terbatas pada satu institusi dan tidak adanya pengukuran dampak perilaku dari poster tersebut. Oleh karena itu, penelitian lanjutan direkomendasikan untuk menggabungkan analisis linguistik dengan pengujian empiris, seperti survei pemahaman audiens atau eksperimen lapangan. Selain itu, pengembangan modul pelatihan interdisipliner yang mengintegrasikan konten kesehatan dengan strategi komunikasi populer dapat menjadi solusi jangka panjang untuk meningkatkan efektivitas materi promosi kesehatan di kalangan mahasiswa farmasi.Dengan demikian, penelitian ini tidak hanya memberikan evaluasi kritis terhadap karya mahasiswa, tetapi juga membuka ruang bagi inovasi pendidikan farmasi yang lebih adaptif terhadap kebutuhan komunikasi kesehatan masyarakat.
Keywords: desain poster, kalimat efektif, mahasiswa farmasi, promosi kesehatan, komunikasi visual