Model Pembelajaran Daring dan Blended untuk Pengajaran Bahasa Indonesia: Strategi bagi Pembelajar Global
Contributors
Zahroh Nurhillal
Adelia Dwi Valentin
ISBN
2798-5709
Keywords
Proceeding
Track
General Track
License
Copyright (c) 2026 Proceedings UHAMKA

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.
Abstract
Penelitian ini membahas efektivitas model pembelajaran daring dan blended dalam pengajaran bahasa Indonesia, dengan fokus pada strategi yang dapat diterapkan untuk pembelajar global. Di era digital yang terus berkembang, kedua model ini menjadi semakin penting dalam mendukung siswa dari berbagai latar belakang. Pembelajaran daring memberikan fleksibilitas bagi siswa untuk mengakses materi kapan saja dan di mana saja sementara model blended menggabungkan interaksi tatap muka dengan teknologi, meningkatkan keterlibatan dan motivasi siswa. Melalui kajian literatur, survei, dan studi kasus, penelitian ini mengevaluasi dampak penggunaan teknologi pada motivasi dan pencapaian akademik siswa. Hasil menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis teknologi berkontribusi pada kurikulum yang lebih inovatif dan responsif, serta membantu siswa memahami konsep bahasa yang kompleks. Penelitian ini memberikan rekomendasi berbasis data untuk pengembangan model pengajaran yang lebih efektif, yang diharapkan dapat meningkatkan pengalaman belajar siswa di seluruh dunia dan mendukung penyebaran bahasa dan budaya Indonesia secara global. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi seberapa efektif dua model pembelajaran gabungan pembelajaran dan pembelajaran daring penuh dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Hasil belajar siswa diukur dengan skor pretest dan posttest. Sebanyak dua puluh orang yang disurvei melakukan evaluasi sebelum dan sesudah pembelajaran. Hasil analisis menunjukkan bahwa semua peserta mengalami peningkatan skor dengan peningkatan antara +17 hingga +55 poin. Model pembelajaran online penuh mencatat peningkatan tertinggi pada responden X9 (+35), X12 (+45), dan X19 (+55), sementara model pembelajaran campuran juga mencatat peningkatan signifikan pada responden X10 (+35), X11 (+40), dan X13 (+45). Secara keseluruhan, kedua model pembelajaran terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan peserta. Namun data menunjukkan bahwa pembelajaran daring penuh biasanya menghasilkan peningkatan yang lebih besar dibandingkan dengan pembelajaran campuran. Hasil ini menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi yang optimal dalam pembelajaran online dapat meningkatkan hasil belajar secara signifikan.