UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL 96%DAUN PEPAYA JEPANG (Cnidoscolus aconitifolius (Mill.) I.M.JOHNST) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus dan Escherichia coli
Contributors
Sofia Pinardi , Feronia R. C. Santoso, Jessica Trisina , Hanadya F. Rajagukguk, Dewi Martalena
Keywords
Proceeding
Track
General Track
License
Copyright (c) 2025 Proceedings UHAMKA

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.
Abstract
Latar Belakang :
Bahan alam merupakan suatu potensi yang banyak dieksplorasi untuk menemukan senyawa yang memiliki khasiat
antimikroba, salah satu tanaman yang memiliki aktivitas antibakteri adalah daun papaya jepang (Cnidoscolus
aconitifolius (Mill.) I.M.JOHNST) merupakan tumbuhan semak asli meksiko, yang memiliki aktivitas antibakteri
pada bakteri Propionibacterium acnes. Daun papaya jepang memiliki kadar air yang lebih rendah dibanding tanaman
daun hijau lainnya seperti bayam atau selada.
Metode :
Daun pepaya jepang dimaserasi dengan pelarut etanol 96% selama 3x24 jam dan menghasilkan rendemen ekstrak
sebanyak 10,81%. Pengujian aktivitas antibakteri dilakukan menggunakan empat konsentrasi ekstrak yaitu
80000ppm, 40000ppm, 20000ppm dan 10000ppm, dengan penggunaan gentamisin sebagai kontrol positif yang
memiliki aktivitas spektrum luas dan akuadest steril sebagai kontrol negatif. Pengujian aktivitas antibakteri pada
ekstrak etanol daun pepaya jepang dilakukan pada bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus menggunakan
metode difusi agar dengan variasi konsentrasi 80000ppm, 40000ppm, 20000ppm dan 10000ppm.
Hasil :
Hasil pengujian menyatakan ekstrak daun pepaya jepang dengan konsentrasi 80000ppm memiliki aktivitas yang
efektif sebagai antibakteri dengan diameter hambat 12 mm terhadap bakteri Escherichia Coli dan 16 mm terhadap
Staphylococcus Aureus. Hasil uji kesetaraan antibiotik dengan ekstrak daun pepaya jepang terhadap bakteri
Escherichia coli menunjukan bahwa aktivitas ekstrak dengan konsentrasi 20000ppm memiliki kesetaraan dengan
antibiotik gentamisin pada konsentrasi 29.31 ppm. Sedangkan untuk bakteri Staphylococcus aureus menunjukan hasil
aktivitas ekstrak pada konsentrasi 10000ppm setara dengan antibiotik pada konsentrasi 36.92ppm. Konsentrasi bunuh
minimum daun pepaya jepang terhadap bakteri Escherichia Coli diperoleh pada konsentrasi 20000ppm, sedangkan
bakteri Staphylococcus Aureus diperoleh pada konsentrasi 10000ppm menggunakan spektrofotometri.
Kesimpulan :
Ekstrak etanol daun pepaya jepang memiliki aktivitas senyawa antibakteri terhadap Staphylococcus aureus dan
Escherichia coli pada konsentrasi 80000 ppm. Pengujian menggunakan spektrofotometri menyatakan bahwa pada
konsentrasi ekstrak daun pepaya jepang 20000 ppm memiliki aktivitas pada bakteri Escherichia coli dan 10000 ppm
pada Staphylococcus aureus