POTENSI ESTRAK ETANOL 96% DAUN PELAWAN (Tristaniopsis obovata Benn.) SEBAGAI NEFROPROTEKTOR PADA TIKUS YANG DI INDUKSI GENTAMISIN


Date Published : 2 February 2025

Contributors

Muhammad Fadhillah Aryusry H, Elly Wardani, Dwitiyanti

Author

Keywords

Daun Pelawan antioksidan nefroprotektor gentamicin kreatinin

Proceeding

Track

General Track

License

Copyright (c) 2025 Proceedings UHAMKA

Creative Commons License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.

Abstract

Daun pelawan (Tristaniopsis obovata Benn.) diketahui memiliki antioksidan kuat yang diduga berpotensi untuk mencegah terjadinya gangguan fungsi ginjal. Pada penelitian ini bertujuan untuk menngetahui aktivitas nefroprotektor ekstrak etanol 96% daun pelawan terhadap kadar kreatinin pada darah tikus putih jantan yang diinduksikan dengan gentamicin (80 mg/kgBB). Hewan uji dibagi menjadi 6 kelompok yaitu kelompok normal yang hanya diberikan pakan standar, kontrol negatifyang diberikan gentamicin 80 mg/kgBB, kontrol positif yang diberi Legalon® (100 mg/kgBB), kelompok dosis I daun pelawan (50 mg/kgBB), kelompok dosis II daun pelawan (100 mg/kgBB), daun pelawan kelompok dosis III (200 mg/kgBB). Sediaan uji diberikan selama 14 harisecara oral, pada hari ke- 14 semua kelompok kecuali kelompok normal diinduksi dengan gentamisin (80 mg/kgBB) secara intraperitoneal. Hasil dianalisis secara statistik dengan uji ANNOVA dan uji tukey, didapatkan hasil Dosis I daun pelawan (50 mg/kgBB) memiliki aktivitas nefroprotektor yang kurang baik dikarenakan masih jauh dari kontrol positif, dan pada dosis II daun pelawan (100 mg/kgBB) memiliki aktivitas nefroprotektor yang cukup baik, mendekati dengan kontrol positif. Pada Dosis III daun pelawan (200 mg/kgBB) memiliki aktivitas nefroprotektor paling baik, dengan hasil uji statistik (P≥0,05) sebanding dengan kontrol positif Legalon® (273 mg/kgBB).

References

Arista, M. (2014). Aktivitas antioksidan ekstrak etanol 80% dan 96% daun katuk (Sauropus androgynus (L.) Merr.). Calyptra, 2(2), 1-16.
Badan POM RI, 2010, Acuan Sediaan Herbal, Vol. 5, Edisi I, Direktorat Obat Asli Indonesia, Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia,Jakarta, 30-31.
El-Haskoury, R., Al-Waili, N., Kamoun, Z., Makni, M., Al-Waili, H., & Lyoussi, B. (2018). Antioxidant activity and protective effect of carob honey in CCl4-induced kidney and liver injury. Archives of medical research, 49(5), 306-313.
Handoyo, D. L. Y., & Pranoto, M. E. (2020). Pengaruh Variasi Suhu Pengeringan Terhadap Pembuatan Simplisia Daun Mimba (Azadirachta Indica). Jurnal Farmasi Tinctura, 1(2), 45-54.
Hasnaeni. (2019). Pengaruh Metode Ekstraksi Terhadap Rendemen Dan Kadar Fenolik. Dalam: Jurnal Farmasi Galenika (Galenika Journal of Pharmacy). Vol. 5(2). . 175- 182.
Maryam, F., Taebe, B., & Toding, D. P. (2020). Pengukuran parameter spesifik dan non spesifik ekstrak etanol daun matoa (Pometia pinnata JR & G. Forst). Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia, 6(01), 1-12.
Mhd. Riza Marjoni, S. M. (2018). Dasar - Dasar FITOKIMIA Diploma III Farmasi. Jakarta: CV. Trans Info Media.
Susanty, S., Bachmid, F., (2016). Perbandingan metode ekstraksi maserasi dan refluks terhadap kadar fenolikdari ekstrak tongkol jagung (Zea mays L.). Dalam: Jurnal Konversi.Vol. 5(2) . . 87-93.
Utami, Y. P., Umar, A. H., Syahruni, R., & Kadullah, I. (2017). Standardisasi simplisia dan ekstrak etanol daun leilem (Clerodendrum minahassae Teisjm. & Binn.). Journal of Pharmaceutical and medicinal sciences, 2(1).
Wang, B., Hu, L., & Siahaan, T. J. (2016). Drug delivery: principles and applications. John Wiley & Sons. ica et Natura Acta, 5(2), 70-76.

Downloads

How to Cite

Muhammad Fadhillah Aryusry H, Elly Wardani, Dwitiyanti, M. F. A. H. E. W. D. (2025, February 2). POTENSI ESTRAK ETANOL 96% DAUN PELAWAN (Tristaniopsis obovata Benn.) SEBAGAI NEFROPROTEKTOR PADA TIKUS YANG DI INDUKSI GENTAMISIN. Proceedings UHAMKA. https://conferences.uhamka.ac.id/uhamka/paper/view/254