Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD) di Wilayah Kerja Puskesmas Pancoran Mas Kota Depok
Contributors
Dian Apriliana, Kamilah Emiliah, Izza Suraya, Yoli Farradika
Keywords
Proceeding
Track
General Track
License
Copyright (c) 2025 Proceedings UHAMKA

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.
Abstract
Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi kasus di Kecamatan Pancoran Mas. Pada tahun 2017- 2019, Kasus DBD di Puskesmas Pancoran Mas merupakan kasus tertinggi dari seluruh puskesmas di kota Depok. Pada tahun 2017 terdapat 64 kasus, kemudian tahun 2018 meningkat menjadi 72 kasus dan tahun 2019 tercatat sebanyak 145 kasus. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian DBD di wilayah kerja Puskesmas Pancoran Mas. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain Case Control. Populasi dalam penelitian ini adalah penderita DBD pada bulan Januari sampai Juni 2021 di puskesmas Pancoran Mas (Kasus) dan orang yang tidak menderita DBD yang bertempat tinggal disekitar kelompok kasus (Kontrol). Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik total sampling untuk kelompok kasus (51 kasus) dan purposive sampling untuk kelompok kontrol (102 orang). Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer yang diambil menggunakan kuesioner dan data sekunder menggunakan rekam medik. Analisis yang dilakukan adalah analisis univariat dan analisis bivariat dengan uji chi square. Hasil analisis univariat menunjukkan sebagian besar responden berpengetahuan baik (63,4%), memiliki kebiasaan menggantung pakaian (71.9%), tidak menguras tempat penampungan air (TPA) (67.3%), dan tidak menggunakan obat anti nyamuk (79.1%). Terdapat hubungan signifikan antara variabel Pengetahuan (Pvalue=0,000, OR=3,662), Kebiasaan Menggantung Pakaian (Pvalue=0,042, OR=2,333), Menguras Tempat Penampungan Air (TPA) (Pvalue=0,038, OR=2,251) dan Penggunaan Obat Anti Nyamuk (Pvalue=0,049, OR=2,566) dengan kejadian DBD.