Pengaruh Inovasi Pelatihan Bantuan Hidup Dasar Lifesaver+ terhadap Pengetahuan dan Kesediaan melakukan Pertolongan Pertama pada Penolong Nonmedis
Contributors
Ahmad Jamaluddin, Sheli Azalea, Ignasia Nila Siwi, Titania Nur Shelly, Rahmapuspita, Fakhri Haidar Anis, Dian Eka Putra Suwarto, Etty Farida Mustifah
Keywords
Proceeding
Track
General Track
License
Copyright (c) 2025 Proceedings UHAMKA

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.
Abstract
Pemberian pertolongan pertama pada korban henti jantung yang terjadi di luar rumah sakit dapat meningkatkan angka keselamatan hingga empat kali. Oleh karena itu, kemampuan dasar Bantuan Hidup Dasar (BHD) yang mumpuni diperlukan bagi kalangan nonmedis. IMANI Care Indonesia melakukan inovasi metode dalam kegiatan Pelatihan BHD “Lifesaver+” dengan melakukan metode pendekatan “Pentaheliks” dan adopsi metode “Practice While Watching” (PWW) yang bertujuan untuk meningkatkan cakupan dan hasil keluaran dari pelatihan BHD bagi nonmedis. Studi ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan inovasi metode pendekatan kolaborasi Pentaheliks dan PWW luar jaringan (luring) pada pelatihan BHD pada kalangan non-medis terhadap pengetahuan (knowledge) dan kesediaan (willingness) untuk melakukan pertolongan pertama. Uji coba acak berbasis komunitas dengan dua kelompok digunakan untuk membandingkan kelompok kontrol yaitu pelatihan BHD non-PWW luring dan kelompok intervensi yaitu pelatihan BHD PWW luring. Pengetahuan dan kesediaan BHD dari semua subjek yang direkrut dievaluasi melalui kuesioner sebelum (pre-test) dan sesudah (post-test) pelatihan. Data dianalisis menggunakan SPSS versi 24 for Mac. Pelatihan dilaksanakan di 16 provinsi dengan Provinsi Banten dengan jumlah partisipan pelatihan terbesar sebanyak 124 orang (28.8%). Mayoritas peserta adalah wanita 295 orang (68.6%), pendidikan SMP-SMA 289 orang (67.2 %) dan belum pernah mengikuti pelatihan BHD sebelumnya 304(70.7%). Mitra yang berkolaborasi 37 institusi dengan rumah sakit sebagai institusi terbanyak 11 (29.7%). Metode Pelatihan BHD PWW luring secara signifikan berpengaruh meningkatkan pengetahuan dan kesediaan peserta dibandingkan metode pelatihan non PWW (p<0.01, p<0.01). Program Lifesaver+ dengan metode PWW luring dan pendekatan kolaborasi pentahelix dalam pelaksanaannya merupakan inovasi dalam pelatihan BHD bagi penolong nonmedis yang dapat meningkatkan pengetahuan, kesediaan untuk bertindak serta memperluas cakupan pelatihan. Keterlibatan media diperlukan untuk peningkatan kolaborasi lintas sektor.