PENGUATAN PERAN MUI DALAM LITERASI DIGITAL BAHAYA RADIKALISME GUNA MEMPERKOKOH KETAHANAN NASIONAL


Date Published : 2 February 2025

Contributors

M. Ihsan

Author

Keywords

Literasi Digital Radikalisme Siber MUI Ketahanan Nasional. Moderasi Beragama.

Proceeding

Track

General Track

License

Copyright (c) 2025 Proceedings UHAMKA

Creative Commons License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.

Abstract

Transformasi digital di Indonesia telah meningkatkan penetrasi internet hingga mencapai 80,66% (APJII, 2025) dari total populasi nasional. Kondisi tersebut memberikan dampak positif terhadap perkembangan teknologi informasi, namun pada saat yang sama juga melahirkan ancaman baru berupa penyebaran radikalisme melalui ruang siber. Generasi muda, khususnya Gen Z, menjadi kelompok yang paling rentan terpapar propaganda radikal melalui media sosial, platform video pendek, game online, dan aplikasi percakapan digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penguatan peran Majelis Ulama Indonesia (MUI) dalam literasi digital (Gilster, 1997) mengenai bahaya radikalisme guna memperkokoh Ketahanan Nasional (Lemhannas RI, 2024). Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis melalui studi kepustakaan terhadap dokumen resmi, fatwa MUI, laporan pemerintah, dan data kelembagaan yang terdapat dalam Kertas Kerja Perorangan Pendidikan Pemantapan Pimpinan Nasional (P3N) XXVII Lemhannas RI Tahun 2026. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ancaman radikalisme digital semakin meningkat seiring rendahnya literasi digital masyarakat dan dominasi narasi keagamaan eksklusif di ruang siber. MUI memiliki legitimasi moral (LSI, 2023) dan tingkat kepercayaan publik yang tinggi sebagai otoritas keagamaan nasional, namun implementasi dakwah digital moderat masih belum optimal. Oleh karena itu, diperlukan strategi penguatan melalui transformasi digital MUI, integrasi literasi digital keagamaan nasional, penguatan dai siber, sistem deteksi dini narasi radikal, perlindungan generasi muda berbasis keluarga dan komunitas, serta penguatan regulasi ruang siber. Strategi tersebut diharapkan mampu meningkatkan imunitas kognitif masyarakat terhadap ideologi radikal dan memperkokoh Ketahanan Nasional Indonesia.

References

Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII). Laporan Survei Penetrasi Internet Indonesia 2025–2026. Jakarta: APJII, 2025.
Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT). Analisis Sebaran Radikalisme pada Kelompok Usia Rentan di Media Sosial 2025. Jakarta: BNPT, 2025.
Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT). Laporan Tahunan Potensi Radikalisme di Indonesia 2024. Jakarta: BNPT, 2024.
Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN). Laporan Tahunan Keamanan Siber Indonesia: Ancaman Konten Radikal. Jakarta: BSSN, 2024.
Gilster, Paul. Digital Literacy. New York: Wiley Computer Publishing, 1997.
Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia. Indeks Literasi Digital Indonesia 2024–2025. Jakarta: Kemenkomdigi, 2025.
Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia. Laporan Tahunan Penanganan Konten Bermuatan Negatif 2024. Jakarta: Kemenkominfo RI, 2024.
Lembaga Survei Indonesia (LSI). Survei Opini Publik: Kepercayaan Masyarakat terhadap Lembaga Keagamaan. Jakarta: LSI, 2023.
Lemhannas RI. Modul Bidang Studi Ketahanan Nasional (Lemhannas RI, 2024). Jakarta: Lemhannas RI, 2024.
Majelis Ulama Indonesia. Fatwa MUI Tahun 2003 tentang Terorisme. Jakarta: Sekretariat MUI, 2003.
Majelis Ulama Indonesia. Fatwa Nomor 24 Tahun 2017 (Majelis Ulama Indonesia, 2017) tentang Hukum dan Pedoman Bermuamalah melalui Media Sosial. Jakarta: Komisi Fatwa MUI, 2017.
McLuhan, Marshall. Understanding Media: The Extensions of Man. Cambridge: MIT Press, 1994. PPIM UIN Jakarta. Riset Moderasi Beragama di Dunia Digital. Jakarta: PPIM, 2023.
Sageman, Marc. Leaderless Jihad: Terror Networks in the Twenty-First Century. Philadelphia: University of Pennsylvania Press, 2008.
Sunstein, Cass R. #Republic: Divided Democracy in the Age of Social Media. Princeton: Princeton University Press, 2018.
Suler, John. “The Online Disinhibition Effect (Suler, 2004).” CyberPsychology & Behavior, Vol.
7, No. 3, 2004.
Suryohadiprojo, Sayidiman. Ketahanan Nasional (Lemhannas RI, 2024) Indonesia. Jakarta: UI Press, 1997.
Tim Kementerian Agama RI. Moderasi Beragama. Jakarta: Badan Litbang dan Diklat Kemenag RI, 2019.
We Are Social & Meltwater. Digital 2025: Indonesia Global Digital Statshot. London: We Are Social, 2025.

Downloads

How to Cite

M. Ihsan, M. I. (2025, February 2). PENGUATAN PERAN MUI DALAM LITERASI DIGITAL BAHAYA RADIKALISME GUNA MEMPERKOKOH KETAHANAN NASIONAL. Proceedings UHAMKA. https://conferences.uhamka.ac.id/uhamka/paper/view/193