STUDI KASUS: TERAPI MEDIK GIZI PADA PASIEN TUBERKULOSIS USUS DENGAN MALNUTRISI BERAT DAN KAHEKSIA YANG MENJALANI LAPAROTOMI DAN PEMBUATAN LOOP ILEOSTOMI


Date Published : 2 February 2025

Contributors

Rozana Nurfitri Yulia, Mohamad Riza El Anshory

Author

Keywords

Tuberkulosis usus terapi gizi medis malnutrisi berat kaheksia laparotomi loop ileostomi dukungan nutrisi nutrisi pascaoperasi.

Proceeding

Track

General Track

License

Copyright (c) 2025 Proceedings UHAMKA

Creative Commons License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.

Abstract

Tuberkulosis (TB) usus merupakan bentuk tuberkulosis ekstraparu yang jarang terjadi dan sering dikaitkan dengan malnutrisi berat serta kaheksia akibat gangguan penyerapan nutrisi, peradangan kronis, dan penurunan asupan makanan. Studi kasus ini menggambarkan seorang pasien perempuan berusia 31 tahun yang didiagnosis menderita tuberkulosis usus yang disertai malnutrisi berat dan kaheksia. Pasien dirawat di rumah sakit dengan keluhan nyeri perut yang semakin memburuk, mual, muntah, penurunan berat badan yang signifikan (31% dalam enam bulan), serta asupan nutrisi yang buruk. Pada awalnya, pasien diduga mengalami tumor intraabdomen sehingga dilakukan laparotomi eksploratif, adhesiolisis, dan loop ileostomi. Temuan pascaoperasi mengonfirmasi adanya tuberkulosis usus dengan adhesi pada ileum, omentum, dan sekum. Penatalaksanaan nutrisi dimulai dengan kombinasi nutrisi parenteral dan enteral, kemudian secara bertahap dialihkan ke pemberian makanan oral sesuai kondisi klinis dan toleransi pasien. Asupan nutrisi, keluaran ileostomi, dan parameter laboratorium dipantau secara berkelanjutan selama masa perawatan. Pasien menunjukkan perbaikan klinis yang progresif, peningkatan toleransi terhadap asupan nutrisi, keberhasilan transisi ke pemberian makanan oral, serta pemulihan pascaoperasi yang lebih baik. Dukungan nutrisi berkontribusi terhadap penyembuhan luka, stabilisasi status gizi, dan pemulihan secara keseluruhan. Pasien dipulangkan setelah 15 hari perawatan dengan terapi anti-tuberkulosis dan konseling gizi. Terapi gizi medis yang disesuaikan secara individual sangat penting bagi pasien tuberkulosis usus yang mengalami malnutrisi berat dan kaheksia serta menjalani pembedahan. Dukungan nutrisi perioperatif yang tepat, pemantauan berkelanjutan, dan edukasi gizi dapat meningkatkan proses pemulihan serta luaran klinis pasien.

References

World Health Organization. Guidelines for the management of common illness with limited resources IMAI District Clinician Manual: Hospital Care for Adolescents and Adults. Switzerland: World Health Organization; 2011:607-34.
Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, 2013. Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013. (Diakses 20 April 2018, dari: http://www.depkes.go.id/resources/download/general/Hasil%20Riskesdas%20 2013.pdf.
Kementerian kesehatan republik Indonesia. Data dan informasi profil kesehatan Indonesia. Pusat data dan informasi kemeterian kesehatan RI 2017. Jakarta.
Amin Z, Uyainah A, Yunihastuti E, Djoerban Z. Profil pasien TB-HIV dan non TB-HIV di RSCM. Bul penelit kesehat 2013;4:195─9.
Sharma R, Madhusudhan KS, Ahuja V. Intestinal tuberculosis versus crohn’s disease clinical and radiological recommendations. Indian j Radiol Imaging 2016; 26: 161–72.
Debi U, Ravisankar V, Prasad KK, Sinha SK, Sharma AK. Abdominal tuberculosis of the gastrointestinal tract: revisited. World j gastroenterol 2014; 14831–40.
Zirta NR, Uyainah A, Yunihastuti E, Nugroho P. Karakteristik Klinis Tuberkulosis Ekstraparu pada Pasien dengan dan tanpa Infeksi Human Immunodeficiency Virus di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo. Ina j critemerg med 2015;2:67−75.
Pattanayak S, Behuria S. Is abdominal tuberculosis a surgical problem?. Ann r coll surgengl 2015;97:414-9.
Gupta KB, Gupta R, Atreja A, Verma M, Vishvkarma S. Tuberculosis and nutrition. Lung India 2009;26:9-16.
WHO. Guideline: Nutritional care and support for patients with tuberculosis. Geneva: World Health Organization; 2013.
Allaire J, Couture P, Leclerc M, Charest A, Marin J, Lepine MC, dkk. A randomized, crossover, head-to-head comparison of eicosapentaenoic acid and docosahexaenoic acid supplementation to reduce inflammation markers in men and women: the Comparing EPA to DHA (ComparED) Study. Am j clin nutr 2016;104:280−7.
Binilla DL, Ly LH, Fan YY, Chapkin RS, McMurray. Incorporation of adietary omega 3 fatty acid impairs murine macrophage responses to mycobacterium tuberculosis. J plos one 2010;5:1−10.
Volk N, Lacy B. Anatomy and physiology of the small bowel. Gastrointest endoscopy clin N Am 2017;27:1–13.
Brannigan AE, Church JM. Structure and function of the small bowel. In: Fazio VW, Church JM, Wu JS, eds. Atlas of intestinal stoma. New York: Springer Science; 2012: 47-58.
Nelms M, Sucher K, Lacey K, Roth SL. Nutrition Therapy and Pathophysiology. USA: Wadsworth; 2011.
Shepherd R. Grays anatomy. London: Stanhope Books; 2014.
Kopple JD. Nutrition, diet and the gastrointestinal tract disorder. Ross AC, editor. Modern nutrition in health and disease. 11th ed. Philadelphia: Wolters Kluwer Health/Lippincott Williams & Wilkins; 2014. hal. 1330-71.
Yamada T, Alpers DH. Textbook of gastroenterology. Philadelphia: Lippincott Williams & Wilkins; 2003.
Mahan LK, Escott-Stump S, Raymond JL, Krause MV, editors. Krause’s food & the nutrition care process. 13th ed. St. Louis, Mo: Elsevier/Saunders; 2012. hal. 654−72.
Murnawaningrum A, Abdullah M, Makmun D. Pendekatan diagnosis dan tatalaksana tuberkulosis intestinal. Jurnal penyakit dalam indonesia 2016;3:165−73.
Saaiq M, Shah SA, Zubair M. Abdominal tuberculosis: epidemiologic profile and management experience of 233 cases. J pak med assoc 2012;62:704-7.
Rathi P, Gambhire P. Abdominal tuberculosis. J of the asso physio of india 2016; 84: 38–47.
Werdhani RA. Patofisiologi, diagnosis, dan klasifikasi tuberkulosis. Departemen ilmu kedokteran komunitas, okupasi, dan keluarga FKUI. 2010. Jakarta.
Kapooor VK. Abdominal tuberculosis. Postgrad med j 1998; 74: 459–67.
Sharma MP, Bhatia V. Abdominal tuberculosis. Indian j med res 2004; 120: 303–15

Downloads

How to Cite

Rozana Nurfitri Yulia, Mohamad Riza El Anshory, R. N. Y. M. R. E. A. (2025, February 2). STUDI KASUS: TERAPI MEDIK GIZI PADA PASIEN TUBERKULOSIS USUS DENGAN MALNUTRISI BERAT DAN KAHEKSIA YANG MENJALANI LAPAROTOMI DAN PEMBUATAN LOOP ILEOSTOMI. Proceedings UHAMKA. https://conferences.uhamka.ac.id/uhamka/paper/view/192